Kasus Suap SPAM, KPK Periksa Bendahara & Subag Pegawai Tata Usaha Ditjen Cipta Karya - GROBOGAN TOP NEWS

Kasus Suap SPAM, KPK Periksa Bendahara & Subag Pegawai Tata Usaha Ditjen Cipta Karya






GTOPNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  memeriksa dua saksi dalam penyidikan kasus suap proyek-proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM)) di Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR TA 2017-2018. Dua saksi itu diperiksa untuk dua tersangka masing-masing Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo Budi Suharto (BS) dan Donny Sofyan Arifin (DSA).
"Penyidik hari ini memeriksa dua orang saksi untuk dua tersangka berbeda BS dan DSA," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).
Dua saksi itu adalah Bendahara Satuan Kerja Tanggap Darurat Permukiman Pusat Ditjen Cipta Karya Imas Sartika untuk tersangka Budi Suharto. Selanjutnya Kepala Sub Bagian (Subbag) Tata Usaha Direktorat Pengembangan SPAM Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Lestaryo Pangarso untuk tersangka Donny Sofyan Arifin.
KPK sebelumnya menetapkan delapan tersangka dalam kasus itu. Diduga sebagai pemberi antara lain Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma (IIR) dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Sedangkan diduga sebagai penerima adalah  Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA).
Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.
Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Untuk proyek tersebut, mereka menerima masing-masing sebagai berikut: Anggiat Partunggal Nahot Simaremare menerima Rp 350 juta dan US$ 5.000 untuk pembangunan SPAM Lampung. Selanjutnya, Rp 500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur.

Meina Woro Kustinah Rp 1,42 miliar dan Sin$ 22.100 untuk pembangunan SPAM Katulampa. Teuku Moch Nazar Rp 2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, dan Donny Sofyan Arifin Rp 170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1.

KPK juga telah melakukan penggeledahan di kantor Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kamis (3/1). Dari penggeledahan itu, penyidik KPK menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen-dokumen proyek dan keuangan serta barang bukti elektronik. (syam/TN)

Kasus Suap SPAM, KPK Periksa Bendahara & Subag Pegawai Tata Usaha Ditjen Cipta Karya  Kasus Suap SPAM, KPK Periksa Bendahara & Subag Pegawai Tata Usaha Ditjen Cipta Karya Reviewed by samsul huda on January 11, 2019 Rating: 5

6 comments

  1. Adobe InCopy CC Crack 2022Adobe InCopy CC 2022, ideal for large team projects involving both written copy and design work, provides copywriters and editors with a .Adobe InCopy Crack

    ReplyDelete
  2. How to activate HitmanPro License Product Key · Please start your installed copy of HitmanPro via the Windows Start Menu or via the shortcut on your desktop . Hitman pro crack

    ReplyDelete
  3. I love you and can't wait to see you; may this magical Christmas night be full of miracles. I hope Santa brings you all the gift of eternal joy.Christmas Wishes For Girlfriend

    ReplyDelete
  4. The main difference between Usuba and Nakiri knives is their blade type; Usuba is single-beveled, thin, and sturdy, while Nakiri is ...
    List includes: Check out this Usuba in action ⋅ Do you care about the knife's weight ⋅ Usuba And Nakiri Knife Difference

    ReplyDelete

Post AD