Razia Motor di Jalan Kampung, Kapolres Grobogan: Banyak Pengendara Putar Balik - GROBOGAN TOP NEWS

Razia Motor di Jalan Kampung, Kapolres Grobogan: Banyak Pengendara Putar Balik


GROBOGAN (TopNews) - Unggahan video penindakan yang dilakukan Satlantas Polres Grobogan, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial (Medsos). Hal itu, membuat jajaran Polres tersebut memberikan klarifikasi kepada awak media.
Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano mengatakan, video itu diambil di Jalan Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan,  Jawa Tengah, merupakan rekaman lama yang belakangan diunggah ke media sosial. Diperkirakan, video tersebut diambil pada Agustus 2017.
Menurut AKBP Satria Rizkiano, jika video itu diambil sepotong dan bukan dari rangkaian kegiatan penindakan atau penilangan yang dilakukan aparat polisi. Hal ini menyebabkan video razia tersebut seolah terlihat dilakukan hanya di jalan kampung.
"Kegiatan itu merupakan operasi yang digelar Satlantas. Apa yang dilakukan anggota sudah sesuai aturan. Ada surat tugas dan bukan di jalan desa, namun operasi tersebut merupakan satu rangkaian yang digelar di Getasrejo," kata Kapolres Grobogan Satria, Rabu (13/12/2017).
Kapolres mengatakan, potongan video itu hanya menunjukkan petugas yang melakukan penindakan di jalan kampung. Padahal dalam radius 100 meter dari gang itu memang sedang dilakukan razia resmi yang melibatkan banyak personel dan dipimpin seorang perwira.
"Saat razia itu berlangsung memang ada petugas siaga di ujung jalan kampung. Hal ini dilakukan karena banyak pengendara memutar balik lewat jalan kampung untuk menghindari razia," katanya.
Pengendara itu memutar,  diduga karena surat-surat kendaraannya tidak lengkap. Atau bisa jadi kendaraannya dari hasil tindak kejahatan.
"Pelaku kejahatan biasanya berusaha menghindari adanya razia,"  ujarnya. Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Panji Gedhe Prabowo mengatakan, saat operasi di Getasrejo ada warga yang melapor banyak pengendara berbelok arah ke jalan kampung. Dari laporan itu, maka ditugaskan anggota untuk berjaga di lokasi tersebut.
Terkait video bergambar protes warga yang berujung pengusiran polisi, Panji menuturkan, tindakan itu bukan dilakukan warga setempat. Hal ini berdasarkan keterangan warga dan RT sekitar lokasi.
"Orang yang marah-marah dalam video itu bukan warga Sanggrahan. Kami sudah minta penjelasan dari Ketua RT dan RW setempat," katanya.
AKP Panji Gedhe menegaskan Polres Grobogan membuka diri bagi warganet maupun warga Grobogan yang ingin bertanya atau meminta informasi terkait lalu lintas.
"Bagi warganet yang ingin meminta informasi bisa datang ke polres. Jangan sampai malah menyebarkan informasi negatif saat anggota melakukan penindakan di lapangan," katanya.
Video itu berdurasi 3 menit 28 detik, yang baru diunggah Senin malam, 11 Desember 2017, telah ditonton lebih dari satu juta warganet. Bahkan di Facebook video itu telah dibagikan lebih dari 10 ribu kali.
Tayangan video yang menunjukkan dua polisi lalu lintas sedang dimarahi warga saat akan melakukan penindakan tilang, langsung menjadi topik hangat warganet.
Peristiwa itu terjadi di Grobogan, tepatnya di ujung pertemuan jalan kampung Dusun Sanggrahan, Desa Gatasrejo, Kecamatan Grobogan dengan akses jalan raya Purwodadi-Pati.
Sebelumnya, sebuah unggahan rekaman video memperlihatkan dua polisi diusir sejumlah anak muda di Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan. Mereka diusir karena dinilai tidak pantas menggelar operasi lalu lintas di jalanan dalam kampung.
Kejadian ini memang tidak jelas kapan terjadinya. Namun, rekaman video ini sudah menjadi viral di media sosial dan terus dibagikan melalui berbagai akun media sosial mulai Senin, 11 Desember 2017. Awalnya, dua polisi ini memarkirkan sepeda motornya di ujung gang. Kemudian mereka mulai beraksi dengan menghentikan dan memeriksa pengguna jalan.
Melihat hal itu, sejumlah pemuda kampung menghampiri dan mencoba bertanya. Akhirnya perdebatan tidak terelakkan.
"Yang benar saja Pak. Neng kampung ono cegatan ngopo (di kampung ada razia ngapain?). Ra wajar kuwi (Enggak wajar itu)," kata seorang pemuda.
Awalnya dua polisi ini berkukuh dan akan tetap menggelar razia. Namun, melihat ada pemuda yang berani menolak, maka warga yang lain ikut mendekat dan ikut berbicara.
"Ini jalanan kampung bukan jalan raya, Pak. Hak milik warga kampung," teriak pemuda berjaket kulit hitam. "Di Jakarta itu biasa," jawab salah satu polisi tetap mengenakan helm dan tidak membuka maskernya.
"Itu Jakarta. Sana di Jakarta. Ini Grobogan," jawab pemuda tadi. Mendapat makian dan umpatan, polisi tadi kemudian pergi meninggalkan temannya. Warga masih emosi. Polisi yang ditinggal juga masih mengenakan masker sehingga tak tampak wajahnya itu kemudian berusaha mendinginkan suasana.
"Heh...ojo koyo ngono. Omonganmu kuwi enggak layak. (Heh...jangan begitu. Ucapanmu itu tak layak didengar)" kata polisi yang ditinggal itu sambil melipat buku tilang.
"Yang tidak layak itu bapak. Mau mencari uang bukan begitu caranya. Ini jalan kampung," teriak pemuda berjaket hitam dengan emosi.
Akhirnya dua polisi ini pergi meninggalkan Kampung Getasrejo dan dilihat banyak sekali penduduk. Sementara warga masih terlihat sangat emosi. Meski dua polisi itu sudah pergi, masih terdengar gerundelan warga.
"Polisi opo kuwi. Golek duit kok carane ngono. (Polisi macam apa itu, mencari uang kok begitu caranya)," sayup-sayup terdengar omelan warga. (syam/TN)
Razia Motor di Jalan Kampung, Kapolres Grobogan: Banyak Pengendara Putar Balik Razia Motor di Jalan Kampung, Kapolres Grobogan: Banyak Pengendara Putar Balik Reviewed by samsul huda on December 14, 2017 Rating: 5

No comments

Post AD